Aq udha belasan kali naek pesawat dengan bermacam-macam maskapai, mulai dari Garuda, Lion air, Batavia air, Ex Adam Air, Sriwijaya Air, Wings Air, sampe Malaysia Air Asia, sebelumnya aq merasa asyik aja, enjoy, tp kok gara2 banyak kejadian, trus pengalaman buruk naek Lion Air waktu pulang ke Medan kemarin (males ngingetnya), tambah buat aq parnok, ditambah lagi kebodohanku dengan suka menonton Air Crash Investigation makin buat aq jadi parnok kalo harus naek pesawat apalagi kalo lama perjalanan udha lebih dari 1 jam, udha ga tenang aja tuh di pesawat, mau tidur pasti ga bisa..so kapan ya penerbangan
Kamis, 19 Maret 2009
Parnok Ama Namanya Naek Pesawat...
Sabtu, 10 Januari 2009
Ekolabel: ”Itikad Baik” atau Ancaman bagi Produk Perkayuan Indonesia"
”Sebuah Kondisi yang Dilematis bagi Indonesia"
Di antara isu-isu mengenai lingkungan hidup, ekolabel memang kurang populer dibandingkan pemanasan global atau kerusakan ozon misalnya. Namun sebenarnya ekolabel menempati posisi penting mengingat ini berkaitan tidak hanya dari sisi lingkungan hidup saja melainkan juga berhubungan dengan standard baru dalam perdagangan internasional dan pembangunan berkelanjutan.
Ekolabel adalah sebuah label pada produk yang menunjukkan bahwa produk tersebut diproduksi dengan mengindahkan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, sertifikat ekolabel dapat membantu konsumen memilih produk-produk yang ramah lingkungan. Untuk produk yang bahan bakunya berasal dari sumber daya alam (SDA), sertifikat ekolabel menunjukkan produk tersebut benar-benar berasal dari SDA yang dikelola secara lestari.
Indonesia mulai menerapkan ekolabel pada tahun 1994 sebagai inisiatif pemerintah atau government driven yang merupakan komitmen politik dalam mengahadapi isu lingkungan hidup guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun banyak asumsi yang menyatakan bahwa ekolabel adalah sebuah kebijakan Negara-maju untuk mendikte kebijakan Negara-negara berkembang dan sebuah alat proteksionis guna melindungi produk-produk dalam negerinya dari “serangan” produk-produk ekspor Negara-negara berkembang.
Ekolabel diterapkan oleh Negara-negara maju seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang yang notabene merupakan Negara-negara tujuan ekspor produk perkayuan Indonesia. Hal itu dikarenakan memang masyarakat Eropa, Amerika Serikat, maupun Jepang sedang memusatkan perhatiannya ke masalah lingkungan hidup, termasuk memberikan perhatian lebih ke isu hutan di Indonesia yang dinilai menghasilkan produk dengan cara yang tidak ramah lingkungan. Pembeli produk mebel dan kerajinan berbahan baku kayu saat ini meminta agar ada jaminan agar setiap hasil hutan, termasuk produk mebel Indonesia tidak dihasilkan dengan cara yang mengancam kelestarian hutan, dan hal itu antara lain dapat ditunjukkan dalam bentuk sertifikat ekolabel. Atas alasan ini, jaminan akan pemanfaatan hutan yang tetap menjaga kelestariannya menjadi amat penting. Di awal dasawarsa 90-an, ekspor migas yang dulu diandalkan telah turun 30 persen, bahkan diperkirakan turun sampai 20 persen dari total penerimaan negara. Berdasarkan fakta di atas, Indonesia harus memacu ekspor nonmigas untuk menutupi kerugian dari ekspor migas, termasuk juga di sini adalah hasil-hasil hutan sebagai produk unggulan. Sehingga faktor itulah yang menjadi salah alasan pemerintah Indonesia guna menerapkan skema ekolabel dengan tujuan tidak kehilangan pangsa pasar internasional akibat kebijakan Negara-negara maju tersebut sehingga pemasukan devisa pun tidak berkurang.
“Itikad Baik” Ekolabel
Alasan lain pemerintah Indonesia menerapkan skema ekolabel adalah karena tujuan ekolabel sangat baik. Saya akan menulis lebih jauh apa “itikad baik” ekolabel bagi produk perkayuan Indonesia. Produk ekolabel adalah produk ramah lingkungan yang mempertimbangkan mulai dari bahan baku yang legal dan dikelola secara lestari, pengelolaan aspek lingkungan sesuai dengan ambang batas yang ditentukan, pengelolaan limbah dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam, sehingga ini berpengaruh pada pelestarian hutan sebagai sumber bahan baku, dan akhirnya lingkungan secara keseluruhan . Ekolabel diharapkan akan menjaga ketersediaan bahan baku produk perkayuan Indonesia itu sendiri untuk masa mendatang . Sebagaimana diketahui, ekolabel menjamin adanya upaya penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang yang digunakan dalam memproduksi produk perkayuan Indonesia. Ekolabel juga dimanfaatkan sebagai sarana guna mengurangi kasus pembalakan liar di Indonesia sehingga cadangan bahan baku untuk produk perkayuan Indonesia terjamin di masa mendatang.
Ekolabel juga akan membawa dampak terhadap unit manajemen Hak Penguasaan Hutan (HPH). Sertifikat ekolabel akan memperkuat posisi HPH (Hak Penguasaan Hutan) baik didalam pasar dalam negeri maupun pasar internasional karena dengan sertifikat tersebut maka “posisi baik” dari unit manajemen tidak hanya disampaikan secara subjektif oleh dirinya sendiri melainkan juga dari pihak luar . Oleh sebab itu, produk-produk perkayuan dari unit manajemen HPH tersebut akan mendapat citra yang positif dari para konsumen.
Selain itu, Ekolabel akan menjamin produk-produk perkayuan Indonesia tidak akan kehilangan pasar internasional dan harga jual produk juga akan lebih tinggi. Sebagaimana diketahui, Negara-negara maju telah menerapkan kebijakan guna melarang masuknya produk-produk perkayuan yang tidak bersertifikat ekolabel. Selain itu, para konsumen di Negara-negara maju juga tidak mau membeli produk-produk yang tidak bersertifikat sehingga dapat menyebabkan kalahnya dan tidak akan lakunya produk-produk perkayuan Indonesia di pasar internasional. Dengan adanya sertifikat ekolabel tersebut, akan menjamin produk-produk perkayuan Indonesia untuk dapat bersaing di pasaran internasional karena ekolabel akan memperbaiki citra buruk yang melekat pada Indonesia, karena masyarakat internasional melihat bahwa produk-produk yang dihasilkan dari Indonesia tidak ramah lingkungan.
Ancaman akibat Ekolabel
Selain Ekolabel memiliki “itikad baik” bagi produk-produk perkayuan Indonesia, Ekolabel juga menaruh ancaman bagi produk-produk perkayuan Indonesia. Dengan adanya ekolabel, akan berdampak pada usaha kecil dan menengah yang tidak mampu membayar biaya sertifikasi yang sangat mahal. Oleh sebab itu, ekolabel akan memukul industri perkayuan yang dalam skala kecil dan menengah sehingga produk-produk perkayuan yang dihasilkan tidak akan mampu bersaing dipasaran.
Ekolabel juga dianggap sebagai suatu ancaman ekspor produk-produk perkayuan Indonesia. Banyak asumsi yang menyatakan bahwa ekolabel dianggap sebagai hambatan perdagangan terselubung yang bersifat diskriminatif, karena hanya produk hutan tropis saja yang terkena . Sebagaimana diketahui, di Indonesia sendiri baru sedikit unit HPH yang sudah tersertifikasi ekolabel dikarenakan biaya sertifikasi yang sangat mahal, sehingga dengan diterapkannya ekolabel akan mempengaruhi ekspor produk perkayuan Indonesia dan tentu saja akan berdampak pada penurunan devisa. Selama ini, Negara-negara maju tujuan ekspor utama produk-produk perkayuan Indonesia seperti Jepang, Uni Eropa, Amerika Serikat telah memberlakukan kebijakan ekolabel tersebut sehingga ekspor produk-produk perkayuan Indonesia akan terancam dan akan berdampak pada para pengusaha. Pengusaha akan dihadapkan pada situasi gulung-tikar yang mengancam industrinya.
Dilematis Indonesia
Kedua kondisi antara “itikad baik” dan ancaman yang diberikan pada ekolabel ternyata membawa Indonesia pada situasi yang dilematis. Indonesia mempunyai dua pilihan dilematis. Pertama, Indonesia bisa menolak ekolabel. Namun resikonya, ekspor Indonesia lama-kelamaan akan kehilangan pangsa pasar di negara maju dan akan berdampak pada perekonomian Indonesia yang sangat mengandalkan produk-produk hasil hutan setelah menurunnya ekspor Migas. Kedua, secara bertahap mempersiapkan masa transisi untuk memenuhi sertifikasi ekolabel tersebut. Salah satu ancaman terbesar terhadap ekspor produk SDA justru bersumber dari diabaikannya prinsip-prinsip kelestarian masa lalu. Akibatnya, suplai bahan baku menjadi tidak langgeng. Masalah kelangkaan bahan baku yang dihadapi industri kayu saat ini merupakan contoh yang paling konkret. Seperti diketahui, karena adanya miskoordinasi antara pengembangan industri dengan penyediaan bahan baku, industri kayu menjadi salah satu pendorong utama over exploitation hutan di Indonesia. Akibatnya, potensi produk lestari hutan alam turun drastis dari 22,5 juta m3/tahun menjadi 17 juta m3/tahun. Padahal, kebutuhan bahan baku rata-rata dari industri pengolahan kayu saat ini mencapai 63,5 juta m3/tahun, termasuk industri kayu gergajian, kayu lapis, pulp, block, woodchips, sumpit pensil dan korek api. Jadi, tidak mengherankan kalau industri tersebut menghadapi kelangkaan bahan baku yang sangat serius. Memang masih ada sumber kayu lainnya, seperti izin pemanfaatan kayu (IPK) sekitar 7,5 juta m3 dan hutan rakyat 2 juta m3/tahun. Namun, jika mau jujur jumlah sebesar itu masih jauh dari memadai untuk memenuhi kebutuhan.
Selain itu, sertifikasi ini mencerminkan niat baik dari konsumen internasional bahwa mereka tidak mau menerima produk dengan proses yang ilegal yang juga akan berdampak pada cadangan bahan baku produk perkayuan Indonesia. Dapat diartikan disini mereka sangat mendukung pelestarian hutan di negara berkembang sebagai pemilik faktor produksi terbesar. Namun di sisi lain, skema sertifikasi ini tidak ramah industri menengah. Selain prosedur berbelit dan biaya tinggi (+/- US$ 5000), tidak ada jaminan bahwa sertifikasi akan meningkatkan nilai dagang mereka secara remarkably. Belum lagi konsumen yang menginginkan harga tetap murah namun berkualitas. Dengan kata lain, mereka ingin produk tersebut bersertifikat, namun tak mau membayar lebih mahal sebagai konsekuensi dari mekanisme sertifikasi tersebut. Sebagaimana diketahui, walaupun pemerintah serius dalam menerapkan ekolabel namun para pengusaha Indonesia belum siap menerapkannya.
Dalam sertifikasi ekolabel, ada dua prinsip yang dipegang teguh.salah satunya, sertifikasi ini bersifat sukarela, sesuai dengan kebutuhan pasar (market-based approach). Artinya, sertifikasi ekolabel tidak boleh diwajibkan oleh pemerintah, walaupun kelestarian sumber daya alamnya sendiri perlu menjadi kebijakan pemerintah. Disini juga lah letak dilematis pemerintah Indonesia. Sertifikat tidak diwajibkan tetapi selama ini Indonesia mengandalkan produk-produk kayu demi pemasukan devisa guna pembangunan ekonominya. Apabila Indonesia tidak mewajibkan sertifikasi ekolabel ditengah tuntutan masyarakat internasional yang menuntut produk bersertifikat, apakah ekspor Indonesia dapat dipertahankan? Selain itu apakah “itikad baik” skema ekolabel baik terjaminnya cadangan bahan baku produk perkayuan dimasa depan maupun terjaminnya produk-produk perkayuan untuk bersaing di pasar internasional guna pemasukan devisa Negara dapat bermanfaat bagi produk-produk perkayuan Indonesia apabila Indonesia saja tidak mewajibkannya. Disatu sisi, apabila Indonesia mewajibkannya, bukan tidak mungkin para pengusaha merasa terbebani mengingat mahalnya biaya sertifikasi ekolabel ditambah tuntutan yang produk yang tersertifikasi namun murah. Dengan terbebaninya para pengusaha, maka akan membawa dampak pada kegiatan produksi mereka sehingga perusahaan tidak akan maksimal dalam berproduksi dan akan juga berdampak pada jumlah hasil produk-produk ekspor perkayuan Indonesia. Dan tentu saja hal itu juga berdampak pada pemasukan Negara dari sektor ekspor produk-produk perkayuan Indonesia.
Sumber Referensi
Antara Kelestarian Hutan dan Perdagangan Internasional. Kompas Cyber Media. Senin, 4 September 2000.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0009/04/ekonomi/anta15.htm
IASA] Beralih ke Produk Ekolabel. Budi Daryono. 26 Juli 2006.
http://www.mail-archive.com/iasa@yahoogroups.com/msg00451.html
Ekolabel: Antara niat baik dan ancaman. Kompas Cyber Media. 19 Agustus 2004.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/19/furnitur/1212303.htm
Produk Hutan Indonesia Bersertifikat Ekolabel Perkuat HHP. 30 Agustus 2007. Antara News.
http://www.antara.co.id/arc/2007/8/30/produk-hutan-indonesia-bersertifikat-ekolabel-perkuat-hph/
Sertifikat ekolabel ancam ekspor Indonesia. 12 Maret 2007. Sinar Harapan.
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0203/12/eko05.html
Ekolabel, Antara Niat Baik dan Ancaman.19 Agustus 2004. Kompas Cyber Media.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/19/furnitur/1212303.htm
Ekolabel Bukan Karena Tekanan. 13 Desember 1994.
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1994/12/13/0003.html
Sabtu, 20 Desember 2008
For You Hunny...I always love u...
Wanita adalah ciptaan terindah yang akan selalu hadir dalam setiap embusan napasmu, dalam setiap butir embun di pagi hari.
Dan wanita, ia seperti matahari, kamu akan melihat pantulan sinarnya di embun pagi yang akan menandai baik dan buruknya kamu di awal hari.
Baik-buruknya kamu didunia ini.
Seperti sebuah embun, dia akan memudar seiring datangnya siang, seiring angin dan daun hijau yang membawanya jatuh ke tanah.
Tapi, biarpun dia hilang, kamu akan melihat lagi embun itu esok pagi…dan seterusnya…dia akan mencintaimu seterusnya bila kamu mencintainya untuk seterusnya…untuk seterusnya.
Malem ini aq berharap aq bisa menggapainya kembali, untuk merajut tali kasih yang sudah lama terputus karena aq yakin aq selalu mencintainya. Sudah lama aq merasakan kesepian yang sangat mendalam setelah berpisah dengannya, walaupun aq menjalin suatu tali kasih dengan wanita lainnya namun hanya dia yang mampu membuatku bahagia dan nyaman didekatnya. Hanya dia yang mampu mengerti keadaanku. Hanya dia yang mampu menghiburku dikala aq sedih. Hanya dia yang mampu membuat aq selalu mencintainya. Sehingga wajar hubunganku dengan wanita lainnya tidak mampu bertahan lama.
Dikala aq ingin mengungkapkan isi hatiku kembali kepadanya. Aq harus merasakan betapa terpukul dan hancurnya hati ini ketika ia memberitahuku bahwa ia telah memiliki penggantiku, bahkan bukan sekedar pacar melainkan seorang tunangan. Terdiam dan terbisu dihadapannya, aq cuma bisa mengucapkan selamat dan selalu berdoa semoga mereka bisa selalu bahagia. Semoga orang tersebut bisa membahagiakan dia karena aq yakin aq juga akan bahagia apabila dia juga merasa bahagia. Walaupun sakit, aq akan berusaha tegar dan bisa menerima semua ini dengan tangan terbuka karena aq yakin apabila seseorang itu bisa buat dia bahagia kenapa tidak, toch selama ini ketika aq masih menjadi pacarnya aq sudah banyak mengecewakan dia, menyakiti dia, mempermainkan dia, jadi sangat-sangat wajar apabila aq mendapatkan hukuman yang setimpal buat itu semua.
However far away I will always love you.
However words I say, I will always love you.
Whenever games I play, I will always love you.
Sekarang kamu sudah bahagia dengannya, aq juga turut bahagia. Semoga hubungan kalian bisa sampai ke tahap yang jauh serius dan sakral lagi, amin. Doaku selalu menyertaimu. Buatlah dia bahagia dan buatlah dirimu bahagia dengannya. Masalah perasaan ini biarlah aq yang akan membawanya pergi menjauh dari kehidupanmu…
Sabtu, 20 Desember 2008
Representated for: Woman Who I’m really love…
Sebagai pembelajaran: Apabila kamu mencintai orang dan telah mendapatkannya dihatimu maka pertahankan dia sekuat hatimu dan semampumu, Jangan pernah sekali-kali melepaskan dia dari genggaman dan hatimu...
Minggu, 14 Desember 2008
Perjuangan yang Melelahkan Episode 3
Sabtu pagi jam setengah 9 aq di-sms ama mbak Travel agent-nya dan memberitahuku bahwa ternyata harga tiket masih sama seperti yang semalem (belum berubah) dan aq diminta untuk datang ke travel untuk mencetak tiketnya. Mendengar Sms itu aq pun langsung bergegas ke kosan temenku dengan perasaan gembira untuk mengajaknya bareng ke travel.
Jam 9 kita tiba di travel dan menjumpai mas dan mbaknya untuk memproses tiketnya, tapi kita disuruh nunggu dulu sementara mas-nya mencoba memproses tiketnya. Perasaan mulai gak enak dan was-was soalnya udha lebih dari 1 jam kita nunggu dan masnya mencoba menjelaskan bahwa request apply tiket udha dikirim ke website maskapai namun masih pending dari Maskapai X, jadi kita harus nunggu lagi (saking lama nunggu perutku mules jadi numpang ke-toilet, wakakakaka...nanam investasi dulu) selama 1 jam lagi. Udha dua jam nunggu, tnyata travel mencoba menelepon ke kantor pusat Maskapai dan ternyata Maskapai tidak bisa mencetak hari itu juga dan harus menunggu sampai hari senin. Mendengar berita tersebut hatiku kembali berguncang hebat (trnyata dugaanku tadi malem terbukti, Maskapai X sering mengalami masalah kalo reservasi hari sabtu kalau via online mengacu pada kejadian sabtu minggu yang lalu), aq mencoba terus menego ke mas dan mbaknya untuk berupaya membantu kita, negosiasi terus aq upayakan dan akhirnya mbaknya menawarkan akan berupaya nego ke Maskapai dengan mendatangi langsung ke kantor pusat namun membutuhkan waktu yang lama, jadi saya akan dihubungi kembali kalau ada berita lagi. Mengingat ketidakpastian itu saya memutuskan mencari alternatif lain dengan cara mendatangi travel agent yang lain yang masih berada di jalan Dr.Sutomo. Travel Kedelapan: mbaknya dengan ramah menawarkan bantuannya, aq pun lantas mengungkapkan keinginanku. Dan akhirnya dipastikan bahwa harganya sangat jauh lebih mahal, kali ini lebih mahal dua kali lipat dibandingkan ama travel ketujuh. Saya langung keluar dan pergi dari travel tersebut (pantes mahal sich soalnya bonafit banget tuch travel, dekorasi indoornya juga bagus, lukisan didindingnya juga mahal-mahal dengan ukuran yang besar, kelihatan wahh lah pokoknya). Sementara itu saya langsung ke kampus soalnya udha jam 12 dan aq harus kumpul kelompok KPI buat presentasi besok senin. Saya ketemu temen-temen sebentar karena saya langsung di-sms ama mbaknya yang mengatakan bahwa Pihak Maskapai tetap tidak bisa mengupayakan untuk mencetak tiketnya hari itu juga dan tetap harus menunggu sampai hari senin. Mendengar sms itu aq kontan langsung berangkat ke travel agent bareng temenku dan menanyakan kabar tersebut. Saya menanyakan ntar harga akan mengikuti yang mana? Apakah tetap mengikuti hari ini soalnya request udha dikirimkan ke Maskapai atau apakah harus mengikuti harga yang hari senin? Mbaknya menjawab harus mengkuti harga yang hari senin. Saya langsung nego lagi ke mbaknya (dengan memakai taktik pressure time dalam negosiasi dan mencoba menawarkan kompensasi dengan memberikan uang lebih apabila kita bisa mencetak tiketnya hari itu juga). Mbaknya sepertinya ga tega akan wajah-wajah innocent kita jadi memutuskan akan berupaya nego ke pihak maskapai tapi harus menambah uang lagi Rp.150.000 untuk ke maskapai, saya langsung mengiyakan, saya ga peduli, nambah 200ribu pun saya akan bayar kalau mbaknya bisa mengupayakan tiket bisa dicetak hari itu juga (mengingat kalaupun nambah, harga di travel itu tetap paling murah dibandingkan ama travel-travel yang lain). Mbaknya setuju dan akan menghubungi aq kembali untuk memberi kabar selanjutnya dan aq cuma disuruh persiapin fotocopy paspor kita. Setelah itu saya kembali ke kampus buat kumpul KPI dan ternyata kumpul KPI diundur ampe jam 5 sore soalnya WIFI kampus ga bisa connect (dasar kampus aneh, bayarnya aja MAHAL, tapi fasilitas NOL, katanya mau jadi kampus standar INTERNASIONAL? BUKTIKAN DONK dengan cara TINGKATIN FASILITAS KAMPUS, JANGAN UANG SPMA AJA YANG DINAIKIN TIAP TAHUN, KEMANA UANG SPMA KAMI!!!). Setelah pengunduran janjian kumpul tersebut aq putuskan untuk ke kosan temenku buat istirahat sekaligus mencari alternatif-alternatif lain seandainya kemungkinan buruk terjadi.
Jam 3 aq harus kembali ke kampus untuk tutorial NRK (telat lagi datengnya, malu dikit sich, hehehehe). Sepanjang diskusi aq cuma diem dan memperhatikan namun pikiran aq gak disitu soalnya emang ada problem pribadi apabila lagi kumpul NRK (bla...bla..bla..gak perlu dijelasin) dan pikiranku juga tetep pada nasib tiket pesawatku. Jadi selama tutorial berlangsung aq diem, bengong, dan tidak berkata sepatah kata pun (maav ya pak tutor, hehehehe). Kemudian jam 4-an sore waktu masih tutorial ada sms masuk, trnyata dari travel yang isinya: Mas ntar dipersiapin fotocopy paspor yach, tiket masih kita proses, ntar kalo udha selesai kita kabari lagi yach, ntar kita tutp jam 7). SMS tersebut makin membuat aq kelihatan stress banget selama tutorial berlangsung walaupun tutorial akan segera berakhir. Namun aq masih bingung, napa ada embel-embel kita tutup jam 7 malem (apa ada strategi inaction atau withdrawal dari travel agar transaksi diundur ampe besok senin).
NRK pun berakhir, aq pun langsung ke kosan temenku dan marah-marah gak jelas, numpahkan semua amarah dan kesal, teriak-teriak, bila perlu nangis sekalian soalnya aq udha terlalu capek dan stress dan ada niat untuk membatalkan perjalanan aq (segala caci maki, gunjingan, dan pikiran negatif keluar ke travel). Namun aq masih mengingat bahwa harapan temen-temenku ada di aq jadi aq gak boleh patah semangat jadi aq cuma bisa berdoa karena aq yakin aq udha berusaha semampuku, tinggal keajaiban ALLAH SWT yang bisa menolongku sekarang.
Jam setengah 6 Sore akhirnya ada SMS masuk, dan dilayar ada nama travel (berarti ini dari travel, aq gak bisa berpikir, rasa was-was datang seketika, perasaan takut menghantuiku, doapun terus aq panjatkan karena nasib aq akan terjawab dengan membuka SMS itu). Dan akhirnya aq memberanikan diri untuk membuka SMS dan isinya: Mas, tiket udha bisa diambil karena udha selesai diproses, jangan lupa dibawa fotocopy paspor, dan tidak ada biaya tambahan lagi (jadi biaya tambahan yang ditawarkan dibatalkan). Melihat berita SMS tersebut aq lantas teriak dan tidak lupa mengucapkan syukur atas Hikmah yang telah Allah berikan kepada aq dan temen-temenku. Aq dan temenku langsung bersorak gembira dan loncat-loncat kegirangan, perasaan gembira dan haru terlihat diwajahku karena perjuanganku yang berat ini akhirnya dibales dengan hasil yang manis. Tanpa berpikir lagi aq langsung ke travel tersebut dan langsung mengambil tiketnya. Alhamdulillah akhirnya tiket sudah kita dapatkan. Perjuangan Tahap Pertama pun Berakhir, namun jangan dulu puas kawan-kawanku karena Perjuangan kita masih sangat panjang demi mewujudkan cita-cita kita. Ayo kita sama-sama BERJUANG dan tetap SEMANGAT.
SALAM VISIT
FARIZ GHADATI
Sabtu, 13 Desember 2008
Perjuangan Yang Melelahkan Episode 2
Sekitar jam 5 sore, Pulang dari kuliah langsung ke kosan temen (salah satu temen yang tergabung dalam tim aq untuk memesan tiket) dan memutuskan untuk Online bentar dan mengecek untuk log in ke web bank tersebut (dengan harapan mudha2an code yang aq msukin bener). Namun yang terjadi adalah aq tnyata masukin code yang salah selama 3 kali berturut-turut, so internet banking-ku terblokir dan harus menunggu hari senin untuk melapor ke pihak bank. Dengan perasaan yang bete’, cape’, marah, kesel, campur menjadi satu. Kemudian aq mencoba mengontak ke Call Center 14000 buat nego untuk aktifasi kembali internet banking secepatnya, namun negosiasi gagal total. Aq putuskan menelepon Call Center Maskapai untuk memesan secara langsung dengan metode pembayaran via ATM (karena ATM masih Official direct payment si maskapai) dengan harapan bisa mendapatkan tiket dengan harga yang sesuai jika memesan secara online. Namun 5 kali menelepon dan harus menunggu, menunggu, dan menunggu, so aq putuskan mematikan telepon (abis gila pulsa: mahal lagi nelepon ke Jakarta).
Setelah semua kejadian menyebalkan diatas aq memutuskan untuk pulang ke kosan dan pengen refreshing bentar, mandi dan minum susu segar (wahh enak banget setelah satu harian menjalani hari yang lelah). Masuk ke kamar dengan wajah kaget, tnyata laptopku masih nyala dan aq baru inget aq meninggalkannya mendownload waktu aq shalat Jumat (Cuma buat feedback: after shalat jumat aq langsung ke kosan temen soalnya udha di sms harus membicarakan masalah tiket). Yaw da dech, setelah mandi dan sambil minum susu anget sambil tidura-tiduran aq memutuskan untuk online bentar, buka email, facebook, friendster, skalian YM-an (ngurangi stress) sekalian memutar otak untuk mengatur strategi slanjutnya.
Jam 6 langsung ke kosan temen lagi untuk kembali tracking tiket soalnya ga ada kemungkinan untuk membeli via online mengingat kasus internet banking-ku (sebenernya sich bisa, tapi ya mau gak mau harus pake mastercard, tapi masalahnya ga ada mastercard yang bisa dipake buat beli tuch tiket, mastercardku ada, tp udha diblokir ama ortu soalnya pernah menggila belanja dan membengkakkan tagihan bulanan, makin melengkapi penderitaanku, hikz..mau pinjem mastercard ortu ga enak banget rasanya, lagian mana mau ortuku ngasih scara aq udha di black list, hikz).
Jam 6 lewat 15 menit, mulai tracking ke travel agent di daerah jalan affandi (gejayan). Bisa dibilang ini Travel Keempat: masuk ke travel ngomong ama si mbak, dan tnyata harga yang ditawarkan jauh lebih mahal 1 juta dibandingkan dengan ama yang tertera di online dan lebih mahal 800ribu dibandingkan ama travel pertama. Belum patah semangat (sama halnya dengan menulis blog yang panjang ini) aq memutuskan tracking di sekitar jalan Kaliurang. Travel Kelima: tambah kaget karena harga yang ditawarkan jauh lebih mahal, kali ini lebih mahal 1 juta 200ribu dari harga online dan lebih mahal 1 juta dibandingkan ama travel yang pertama (gila, kapitalis banget...). Beralih ke sebrangnya (ada travel juga), Travel Keenam: (dengan perasaan mati rasa, aq nyuruh temenku yang nanya-nanya ke mas-nya). Ternyata dugaanku benar, harga gak jauh beda ama travel kelima (busyet, napa nich harga kok grafiknya cenderung naik yach, perasaan nilai tukar rupiah {keberangkatan luar negeri, mungkin harga pake dolar atau Ringgit soalnya tujuan kan KL}gak terlalu anjlok tadi sore). Aq udha ga bisa mikir dan hampir nyerah juga sich (malah temenku lebih milih maen badminton lagi, dasar!!!, temenku yang dua lagi, lagi di Tawamangun), namun aq gak mau nyerah karena semua ini pasti ada hikmahnya, so aq putuskan mengantar temenku ke Lembah soalnya dia kan mau maen badminton (lebih penting kali tuch badminton, kek ga bisa maen lain hari ajaa, hehehehe, maav, tp sebenernya aq tuch kesel banget TAU!!!).
Setelah nganter temen ke Lembah, aq mulai tracking sendiri (aq liat di jam tanganku sekitar jam 7). Kali ini target travel berada di Jalan Dr.Sutomo karena aq tau ada dua kantor travel agent yang emang udha terkenal bonafit disitu. Masih lanjut dari travel sebelumnya, Travel Ketujuh: dengan wajah was-was dan lelah, aq menanyakan ke mas-nya. Bla..bla..bla.., kemudian mas-nya mengecekan harganya dan berita gembira dan bahagiapun akhirnya dateng juga. Harga yang ditawarkan cuma lebih mahal sekitar 50ribu-100rb dari harga yang tertera secara online (perasaanku gembira banget, pengen meluk mas-nya, tp kok ntar malah aneh, dikira hombreng lagi, wakakakaka, tapi ada perasaan was-was juga karena heran kok bisa semurah itu mengacu pada harga yang ditawarkan oleh travel-travel sebelumnya, apa mas-nya salah yach?). Untuk menghilangkan rasa was-was itu aq menanyakan kembali apakah ini udha bener mas harganya? Masnya jawab sudah kok mas, soalnya kan emang lagi promo (akhirnya...). Dengan wajah senang dan gembira, aq langsung bilang aq akan cetak tiketnya sekarang tp aq harus pulang kekosan dulu buat ngambil paspor dan menarik uang di ATM. Masnya bilang okay dan cuma sekedar informasi bahwa travel tutup jam 9 malem.
Setelah mendapat kabar gembira tersebut aq langsung tancap gas balek ke kosan untuk ngambil paspor dan menarik uang, tp sebelumnya aq makan dulu di warung Ganti Namo soalnya laper banget (belum ada makan malem nich). Setelah makan langsung sms temen2 buat ngabarin berita gembira tersebut dan menanyakan apakah setuju dengan harganya (2 anak yang lagi di Tawamangun setuju, 1 lagi masih maen badminton jd gak ada balesan dan langsung aq putuskan menjemputnya kalo gak mau tpaksa aq seret2 atau aq arak dia keluar lapangan, wakakakaka).
Setelah menjemput temen dari Lembah, kitapun memutuskan untuk menarik uang dari ATM, dan apa yang terjadi, suasana kembali tegang karena uang Cuma bisa ditarik maksimal 3 juta (lima juta dalam 1 hari tapi tadi siang aq udha narik 2 juta, so transaksi udha maksimal di 3 juta). Dengan muter otak akhirnya mendapat jalan keluar untuk mentransfernya kekurangannya ke ATM temenku (soalnya tergabung dalam ATM bersama so gak kena fee charge), tapi dengan lemotnya temenku ga yakin ama nomer rekeningnya so aq harus balek lagi ke kosannya (busyet dech, kalo mau jujur dalam 1 hari ni aq udha ngisi 2 kali full buat motorku untuk 1 hari ini ajah, maklum motor matic so agak boros) buat ngambil buku tabungannya. After that aq balek lagi ke ATM buat transfer dan kebetulan ATM kita berseberangan, so gak memakan waktu yang lama. Setelah semuanya transaksi selesai, uang udha ditangan, tnyata jam udha menunjukkan jam 9 kurang 5 menit (langsung panik dan nelpon ke tarvel agent, dan mas-nya bilang besok aja, aq gak mau soalnya besok takutnya harganya bisa naik, aq juga berpikir kalo sabtu maskapai X ini biasa mengalami masalah ama namanya reservasi online, mengacu pada kejadian sabtu seminggu yang lalu). So aq putuskan langsung dateng ke Travel Agent pusat yang berada di jalan Mangkubumi dengan harapan masih buka, namun perasaan kecewa menghampiriku kembali melihat keadaan bahwa travel udha tutup. Kemudian tanpa mau membuang waktu aq langsung tancap gas ke travel cabang yang terletak di jalan DR.Sutomo tadi dengan harapan masih buka. Dan ternyata alhamdulillah masih buka, perasaan mulai agak lega. Tapi fakta berbicara lain, setelah masuk kedalam, aq mendapati kondisi yang mengecewakan lagi, komputer udha offline soalnya sharing dari Travel Pusat yang ada di Mangkubumi yang udha tutup duluan. Aq langsung down dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi, sementara temen-temen yang lagi di Tawamangun sms yang isinya: Riz gmana..?? kalo tiketnya udha dapet kabari kita yach, kita mau denger kabar gembira tersebut. Hantaman bertubi-tubi dateng ke aq, sedih bercampur kesal karena memang harapan mereka ada dipundakku, pengen nangis juga, aq merasa bersalah banget karena seharusnya bisa dateng lebih cepet, seandaianya aq ga makan dulu tadi mungkin bisa kekejar. Tapi ya mau gimana lagi, akhirnya mas-nya menawarkan besok yakni hari sabtu pagi akan langsung cetak tiketnya, insyaallah harga belum berubah (aq harap sich gtu soalnya kan jam 8 pasar uang belum buka jd kemungkinan harga untuk berfluktuatif sangat kecil) dan bakal ngabarin aq kalo udha tau harganya. Aq meninggalkan paspor kita agar bisa diproses untuk besok pagi. Dan aq pun langsung pulang ke kosan untuk beristirahat sekaligus berdoa semoga cobaan ini cepat selesai.
Bersambung...
